BANDUNG– Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB
PON) XIX Jawa Barat, Kamis (15/9/2016) siang kemarin, secara resmi
menerima Kontingen PON Provinsi Papua. Tarian-tarian khas Jabar dan
pengalungan bunga menandai prosesi penyambutan yang berlangsung di
Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung.
Ketua Bidang Kesehatan PB PON 2016 Jawa Barat (Jabar),dr. Hj. Alma
Lucyati, M.Kes, M.Si, MH.Kes mewakili PB PON XIX Jabar menyambut
langsung rombongan Papua yang dipimpin Ketua Kontingen PON Papua, Irjen
Pol Drs.Paulus Waterpauw didampingi Ketua DPRP Papua Yunus Wonda dan
Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen Herman Asaribab. Kontingen PON Papua
yang hadir di Jawa Barat kurang lebih 800 orang terdiri dari 396 atlet,
pelatih 190 orang dan official 214 orang. Pada PON XIX Jabar, Tim Papua
mengikuti 247 nomor dari 34 Cabang Olahraga (Cabor).
Tim Papua menargetkan perbaikan prestasi dan peringkat dari
peringkat 15 besar menjadi 10 besar dengan target memperoleh 50 medali
emas. Dan untuk menyokong dan mendorong para atlit Papua yang berlaga di
PON Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan anggaran yang
cukup besar untuk pemberian bonus bagi atlet yang berprestasi. Persiapan
tim Papua menghadapi PON berlangsung kurang lebih 2 tahun melalui
trainning center (TC) yang dilaksanakan disejumlah kota di Indonesia.
Untuk diketahui sampai dengan Kamis (15/9/2016), tuan rumah Jawa
Barat berada di posisi pertama perolehan medali, yakni 3 medali emas, 3
perak dan 1 perunggu disusul Jawa Timur ditempat kedua dengan 2 medali
emas, 2 perak dan 2 medali perunggu. Peringkat tiga Banten dengan 2
medali emas, kemudian DKI Jakarta 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu dan
urutan 5 ditempati Provinsi Riau dengan perolehan medali 1 emas, 1 perak
dan 1 perunggu. Sedangkan Provinsi Papua berada diurutan ke 12 tanpa
medali. Diharapkan pada hari Jumat (16/9) pagi besok, kontingan Papua
dapat
mendulang medali perdana dari Cabor Dayung yang berhasil meloloskan 8 nomor ke partai final nomor
Populer1
-
Raema Lisa Rumbewas (lahir di Jayapura , 10 September 1980 ; umur 36 tahun) adalah seorang atlet putri angkat besi asal Indonesia . Ia be...
-
Masa keemasan tinju Pa pua muncul di era 1970 an hingga 1980 an, saat itu banyak petinju muda Papua bangkit. Benny Maniani, Carol Ren...
-
Legenda sepak bola era 70-an berjuluk Black Silent ini menjadi salah satu pionir lahirnya bibit unggul pemain. Dalam usia tergolong senja...
-
BANDUNG – Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX Jawa Barat, Kamis (15/9/2016) siang kemarin, secara resmi menerima Konting...
-
"Pelakasanaan PON ini adalah momentum untuk percepatan pembangunan semua sektor di Papua,” ujar Yusuf Yambe disela-sela Focus Group...
