JAYAPURA,- KONI Papua melalui Bidang Prestasi (Binpres) saatnya
merangkul sejumlah perguruan tinggi di Papua untuk menyiapkan atlet
berprestasi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua.
Hal
itu disampaikan pengamat olahraga Papua yang juga selaku pengurus
Binpres KONI Papua Nico Dimo kepada wartawan di Jayapura, Selasa
kemarin.
Menurut Nico, Binpres KONI Papua harus bisa menjadi pionir utama,
dalam pengambilan kebijakkan. Ia mengabil contoh kongrit ketika PON Jawa
Barat, keterlibatan Binpres kurang maksimal, sehingga beberapa nomor
pada cabang tertentu yang menjadi unggulan, harus tersingkir dan gagal
mempersembahkan medali emas bagi kontingen Papua.
Tentu hal ini
jangan terulang lagi pada pelaksanaan PON XX tahun 2020 saat Papua
bertindak selaku tuan rumah penyelenggara. “Bicara keberhasilan atlet
dari event seperti PON, tentu penyiapan bobot dan bibit atlet harus
terukur dan yang terpenting adalah pengendalian yang ujung-ujung
akhirnya kita mengetahui target dan sasaran kita melalui program yang
terukur dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kata Nico, akademisi
disejumlah perguruan tinggi yang mengerti ilmu olahraga harus kita
lakukan kerjasama, itulah tugas Binpres KONI Papua, jika ingin
membuktikan tujuan utama kita medukung kerja keras dan keinginan
Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa PON di Papua harus sukses
penyelenggara, sukses prestasi maupun sukses administrasi.
Oleh
karena itu, jika kita ingin melahirkan atlet-atlet dengan kapasitas
juara, tentu harus ada pesiapan hal-hal menyangkut metode dan program
latihan yang menjadi faktor pendukung.
Misalnya, lanjutnya,
bagaimana mengukur latihan kebugaran fisik, teknik, taktik serta
strategi dan juga mental termasuk juga faktor yang tidak kalah penting
yaitu Nutrisi. Semua ini harus disiapkan dalam sebuah kebijakan yang
berangkat dari ilmu pengetahui yang perlu digarap melalui mekanisme
rencana starategi yang perlu menghadirkan para akademisi yang memiliki
keakuratan pengetahuan yang diharapkan menghasilkan sebuah keberhasilan
dari awal atlit berkompetsi, ditempat training center hingga atlit
tersebut tampil dikejuaran sesungguhnya.
Untuk mewujudkan semua iu,
Nico mendorong teman-teman Binpres KONI Papua untuk dapat bekerjasama
dengan sejumlah perguruan tinggi yang punya kompetensi di bidang ilmu
olahraga. Walaupun Koni dan Binpresnya belum berpikir kearah ini,
karena itu usulan inipun bisa dibicarakan dengan Gubenur dan Wakil
Gubernur sebagai Ketua Umum Koni Papua dan Ketua Harian Koni Papua.
Imbaunya.
Sumber : https://www.pasificpos.com/olahraga/16341-koni-papua-disarankan-rangkul-perguruan-tinggi
Populer1
-
Raema Lisa Rumbewas (lahir di Jayapura , 10 September 1980 ; umur 36 tahun) adalah seorang atlet putri angkat besi asal Indonesia . Ia be...
-
Legenda sepak bola era 70-an berjuluk Black Silent ini menjadi salah satu pionir lahirnya bibit unggul pemain. Dalam usia tergolong senja...
-
Gubernur, Lukas Enembe, S.IP, MH menegaskan kontingen Papua harus dihuni oleh anak-anak asli Papua pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasion...
-
Masa keemasan tinju Pa pua muncul di era 1970 an hingga 1980 an, saat itu banyak petinju muda Papua bangkit. Benny Maniani, Carol Ren...
-
BANDUNG – Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX Jawa Barat, Kamis (15/9/2016) siang kemarin, secara resmi menerima Konting...